Sejarah sulta bima
Mesuem kerajaan bima
Mesuem kerjaan bima,adalah bukti bahwa daerah bima adalah daerah yg pertama kali dipimpin oleh sultan "Abdul kahir" sultan pertama di bima dinobatkan pada tahun 1620 M. Sebelumnya Sultan Abdul Kahir bernama asli La Ka’i, namun setelah Putra Mahkota La Ka’i bersama pengikutnya mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan para mubaliq sebagai gurunya di Sape. Sejak saat itu, putra mahkota La Ka’i berganti nama menjadi Abdul Kahir, sementara pengikut La Ka’i yaitu ‘Bumi Jara Mbojo berganti nama menjadi Awaluddin, dan Manuru ‘Bata putra Raja Dompu berganti nama menjadi Sirajuddin.
Kehadiran sultan pertama ini memiliki pengaruh yang besar dan luas, sehingga penyebaran agama Islam begitu cepat di seluruh pelosok tanah Bima, kecuali di daerah-daerah tertentu masih bertahan pada kepercayaan nenek moyang. Akan tetapi pada beberapa generasi berikutnya mereka mulai menerima Islam, sehingga di daerah-daerah yang dulu memegang kuat adat nenek moyang, hampir tidak dapat dibedakan antara Islam dengan budaya setempat.
Agama Islam dapat lebih mudah diterima di Bima saat itu, karena beberapa alasan. Jauh sebelum diberlakukannya secara resmi Islam sebagai agama kerajaan, masyarakat Bima sudah lebih dulu mengenal agama Islam melalui para penyiar agama dari tanah Jawa, Melayu, bahkan dari para pedagang Gujarat dari India dan Arab di Sape pada tahun 1609 M, yang awalnya dianut oleh masyarakat pesisir. Kemudian peralihan dari masa kerajaan kepada masa kesultanan yang kemudian secara resmi menjadikan agama Islam sebagai agama yang umum dianut oleh masyarakat Bima.

Jangan lupa ikuti 6a saya akan uptade sllu tempat wisata di bima
BalasHapus